ECO OFFICE

Isu lingkungan kini menjadi perhatian besar dan diperlukan perubahan perilaku gaya hidup. Diperlukan kolaborasi antar semua stakeholder dalam bentuk aksi konkrit, seperti perubahan gaya hidup dan kebijakan ramah lingkungan yang menyentuh pada berbagai aktifitas dan tingkatan.

Salah satu aktivitas yang berdampak terhadap kualitas hidup dan lingkungan adalah aktifitas perkantoran. Berbagai aktivitas di kantor banyak menggunakan energi baik listrik dan air dan menghasilkan sampah yang berdampak negatif terhadap lingkungan hidup seperti kertas dan plastik.

Untuk itu Kantor Pusat Pengembangan Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (P3E SUMA KLHK) semenjak Tahun 2006 sudah menerapkan Program Eco-Office dan bahkan atas komitmennya ini pada Tahun 2010 memperoleh ISO 14001-2010.

"Eco-Office" itu sendiri merupakan salah satu upaya yang efektif untuk mewujudkan komunitas kantor yang ramah lingkungan yaitu dengan terciptanya lingkungan kantor yang
bersih, indah, nyaman. Dalam pelaksanaan program ini ada enam aspek yang dilakukan, yaitu : Aspek pertama, tepat guna lahan, menata lahan yang ada sesuai tata ruang secara global dan secara ke dalam diatur sedemikian rupa agar tersedia ruang-ruang hijau dan ada tempat bermain anak serta ramah bagi kaum disabilitas.

Aspek kedua adalah efisiensi dan konservasi energi, berupa penerapan kantor yang hemat energi. Pengunaan AC diatur sedemikian rupa agar tidak terlalu dingin, sekitar 27 derajat. Sebagian besar ruangan tidak menggunakan AC tapi sirkulasi udara terbuka.

Aspek ketiga adalah konservasi air, dimana dipraktekkan konsep rain water harvesting atau pemanenan air hujan. Air hujan ditampung dan disaring untuk penggunaan toilet dan wudhu. Penggunaan air dari PDAM dan air tanah dikurangi.

Aspek keempat adalah sirkulasi material, di mana semua peralatan yang digunakan di kantor harus berasal dari bahan yang dikelola secara ramah lingkungan dan berkelanjutan. Semua kertas yang digunakan berasal dari legal wood, yang ada ecolabel-nya. Demikian pula semua peralatan elektronika itu harus bisa didaur ulang. Kita juga mencoba semua sampah di kantor ini dikelola sehingga zero waste. Sampah organik kita jadikan kompos. Sampah-sampah non-organik kita jual. Kami punya bank sampah, sampah-sampah bisa didaur ulang, baik dari kantor bahkan sudah meluas dari kantor-kantor lain.”

Aspek kelima adalah kualitas dan kenyamanan udara dalam ruang. Penggunaan AC dikurangi namun tidak membuat ruang terlalu panas. “Kenyamanan dikurangi tapi orang bisa bekerja dengan baik,” tambahnya.

Aspek keenam adalah adalah manajemen lingkungan bangunan. Kantor dilengkapi dengan taman ekologi atau eco educational park, dimana orang bisa belajar tentang berbagai hal terkait lingkungan hidup dan kehutanan